Sabtu, 09 April 2016

Tulisan 2 - Cara Menginterpretasikan Rasio Laporan Keuangan



Nama   : Ruli Novitasari 
Kelas   : 3DA02
NPM   : 48213128

Cara Menginterpretasikan Rasio Laporan Keuangan


RASIO LIKUIDITAS
Current ratio = (Aktiva Lancar / hutang lancar) 
Pada tahun 2010, CR = (227.819.168.461 / 123.450.557.939) = 1,845
Kesimpulan: setiap Rp.1 utang lancer dijamin oleh 1,8 harta lancar atau perbandingannya antara aktiva lancar dengan hutang lancar adalah 1,8 : 1

Quick Ratio = ((Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang lancar))
Pada tahun 2010, ((QR = 227.819.168.461 – 82.424.270.814 / 123.450.557.939)) = 1.17
Kesimpulan: rata-rata industry tingkat liquidnya / quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan PT.COLORPACK INDONESIA 1,17 maka keadaanya sangat baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi persediaan.

RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%
pada tahun 2010, = (140.879.700.667 / 134.499.083.729) x 100% = 1,04 = 100%
Kesimpulan:  perusahaan dibiayai oleh utang 100% untuk tahun 2010  menunjukan kreditor menyediakan Rp.100,- untuk setiap Rp.100

Total Debt  to Asset  Ratio = (Total Hutang / Total aktiva) x 100%
Pada tahun 2010, = (140.879.700.667 / 275.390.730.449) = 0,511 = 51%
Kesimpulan: pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang untuk tahun 2010 artinya bahwa setiap Rp.100,- pendanaan perusahaan Rp.51,- dibiayai dengan utang dan Rp.49 disediakan oleh pemegang saham.

RASIO RENTABILITAS
Gross Profit Margin = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%
Pada tahun 2010, = (62.009.766.595 / 516.581.827.768) 100% = 0,12 = 12%
Kesimpulan: kemampuan perusahaan dalam menghasilkan menghasilkan laba kotor dari pejualan bersih adalah sebesar 12%

Net Profit Margin = (Laba setelah pajak / Total Aktiva) x 100%
Pada tahun 2010, = (28.441.593.720 / 516.581.827.768) 100% = 0,05 = 5%
Kesimpulan: kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan bersih adalah sebesar 5%

Operating Profi Margin = (Laba usaha / Penjualan Bersih) x 100%
Pada tahun 2010, = (39.294.864.546 / 516.581.827.768) x 100% = 0,07 = 7%
Kesimpulan: Operating ratio mencerminkan tingkat efesiansi perusahaan, sehingga ratio ini rendah menunjukan keadaan yang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga rendah, dan yang tersedia untuk laba besar.

Return Of Asset = (Laba bersih setelah pajak / total aktiva) x 100%
Pada tahun 2010, = (28.441.593.720 / 275.390.730.449) x 100% = 0,10 = 10%
Kesimpulan: laba bersih yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan untuk  menghasilkan keuntungan adalah sebesar 10%

Return Of Equity = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Modal Pemegang Saham) x 100%
Pada tahun 2010, = (28.441.593.720 / 134.499.083.729) x 100% =  0,021 = 2%
Perputaran Piutang = (Penjualan / piutang usaha)
Kesimpulan: dalam hasil ini tingkat pengembalian atau imbal balik perusahaan terhadap investor setiap tahunnya adalah sebesar 2%

Yang dimaksudkan dengan “Penjualan” dalam formula ini adalah: total nilai penjualan untuk periode yang diukur, 1 Jan s/d 31 Des 2012 misalnya.

Sedangkan “Rata-rata Piutang” adalah: Rata-rata saldo piutang untuk periode yang sama. Menghitung nilai rata-rata ini yang kadang menjebak.

Dalam menghitung rata-rata saldo piutang, terkadang seseorang hanya menggunakan “saldo awal” dan “saldo akhir” piutang, dijumlahkan, lalu dibagi dua. Misalnya: Yang diambil hanya saldo piutang dagang per 31 Januari ditambah saldo piutang dagang per 31 Desember, lalu dibagi dua. Cara ini akan menghasilkan nilai rata-rata piutang yang tidak tepat.

Cara terbaik untuk menghitung nilai rata-rata piutang adalah dengan jalan: menjumlahkan semua saldo piutang disepanjang periode (dari 31 Jan + 28 Feb + 31 Mar…. dan seterusnya hingga 31 Desember), lalu dibagi total bulan—atau 12 jika perusahaan menggunakan periodisasi tahunan.

Sumber:

Tugas 2 - Analisis Rasio Keuangan



Nama   : Ruli Novitasari
Kelas   : 3DA02
NPM   : 48213128

Analisis Rasio Laporan Keuangan

Rasio keuangan adalah alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (laporan laba rugi / laporan perubahan modal / neraca / laporan arus kas).

Analisis rasio keuangan menggunakan data yang telah ada sebagai dasar penilaiannya. Meskipun didasarkan pada data dan kondisi masa lalu, analisis rasio keuangan dimaksudkan untuk menilai resiko dan peluang di masa yang akan datang.

Rasio Likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.

RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio
Aktiva Lancar / Hutang Lancar
Quick Ratio
(Kas + Efek + Piutang) / Hutang Lancar
Cash Ratio
(Kas + Efek) / Hutang Lancar


Rasio Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang.

RASIO SOLVABILITAS
Total Debt To Total Capital Asset
Total Hutang / Total Aktiva
Total Debt To Equity Ratio
Total Hutang / Modal Sendiri


Rasio Rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, aktiva, dan modal sendiri.

RASIO RENTABILITAS
Gross Profit Margin
(Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih
Operating Income Ratio
(Penjualan Bersih – HPP – Biaya Administrasi dan Umum) / Penjualan Bersih
Net Profit Margin
Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan Bersih
Earning Power of Total Investment
Biaya Administrasi dan Umum / Jumlah Aktiva
Rate of Return Investment
Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Aktiva
Return On Equity
Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Modal
Rate of Return on Net Worth
Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Modal Sendiri


Rasio Aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keefektifan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
RASIO AKTIVITAS
Total Asset Turn Over
Penjualan / Jumlah Aktiva
Working Capital Turn Over
Penjualan / Modal Kerja Bersih
Fixed Asset Turn Over
Penjualan / Aktiva Tetap
Inventory Turn Over
Penjualan / Persediaan
Average Collection Period Ratio
Piutang x 365 / Penjualan


SOAL KASUS
Apabila diketahui data dari Bentoel Industry untuk tahun 2004 : total penjualan sebesar Rp 17.200.000 dengan HPP sebesar Rp 5.800.000 dan memiliki biaya administrasi, bunga serta pajak masing-masing Rp 2.210.000, Rp 3.250.000, 10%. Maka hitunglah likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas PT Bentoel Industry!


Sumber:
Modul Praktikum Dasar Manajemen Keuangan, Laboraturium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma